Langsung ke konten utama

Ngerencanain 2018 (2)

Sore ini duduk depan laptop, udah gak sabar mau bagiin cerita bahagia yang terjadi pada minggu ini. Kabar beritanya adalah jeng jeng jeng, ahh elah lebay banget sih. Sabar... Mulai ya ceritanya
Hari Selasa kemaren (23 Januari 2018) sorean gitu, aku dapat telpon dari salah satu Rumah Sakit swasta di Batam di minta untuk interview besok pagi (hari Rabu). Pasti senenglah ya secara kan ini salah satu kesempatan, saatnya memanfaatkan kesempatan dengan baik. Persiapan sudah matang, gojek sudah dipesan saatnya meluncur ke RS untuk interview. Ketika sudah sampai di RS dan sudah info ke bagian front officenya kalau dapat undangan interview tanpa basa basi bagian FO nyodorin lembaran kertas yang artinya harus diisi. Aku duduk dan fokus ngisi seluruh lembar kerts, yang diminta tidak banyak sih cuma data diri dan beberapa motivasi serta pengalaman. Tidak butuh waktu yang lama untuk menyelesaikan, kira-kira lima sampai sepuluh menit aja. Setelah itu aku kasih lagi ke FO, dan kembali duduk. Disamping aku duduk udah ada tiga orang cewe yang lagi asik ngobrol (aku seolah-olah gk dianggep alias dikacangin). Bukan aku namanya kalo cuma perhatiin mereka ngobrol, dengan muka sok asik aku keluarin jurus sok akrab, dan akhirnya kenalan juga dan ternyata mereka semua juga adalah para peserta undangan interview dan mereka semua juga bidan, oke dalam hati aku ngamong ini bakal jadi persaingan sengit nih. 
Dan tidak lama dari situ, kami berempat diminta untuk ke lantai dua, dan di suruh masuk menemui dokter spesialis Kebidanan dan kandungan, sekilas aku baca di depan pintu tertulis dr.Alex means aku bakal diinterview dengan pakarnya langsung nih pikirku. Kami berempat di minta masuk barengan, dan duduk berdekatan. Rasanya kayak mau rapat saja. Tapi jangan dipikir itu menyenangkan ternyata tidak sama sekali, berada disana sudah kayak ikut ujian lisan sama dosen saja, kami ditanyain mulai dari pertanyaan yang ringan misal perkenalan sampai pertanyaan yang berbobot banget seperti teori-teori kebidanan. 
Banyak sekali pertanyaan yang ditanya dr aku gk bisa jawab huhu sedih rasanya, seperti orang yang bodoh yang gk tau apa-apa, padahal dan seharusnya tau.
Nahhh disana aku merasa hopeless, aku udah mikir pasti gk diterima nih. Udah pasrah aja, tapi gk yakin juga bakal diterima. Esok harinya berarti hari kamis ya, sekitar jam sembilan pagi aku dapat telpon lagi dari RS yang sama dan diminta untuk interview kedua hari itu juga jam dua belas siang, rasanya sih disini aku mulai bingung. Mau senang apa sedih, tapi ya udah aku berfikir ini udah dikasih kesempatan lagi loh aku harus memanfaatkan sebaik-baiknya. 
Sesampai di RS ternyata kawan-kawanku yang kemarin juga dipanggil semua, aku mulai redup lagi nih, harapan tipis banget. Pas namaku dipanggil untuk masuk interview aku gak gugup dan semua yang aku bayangin ternyata benar. Interview kali ini berbeda dengan yang sebelumnya, lebih santai dan pertanyaannya pun tidak begitu berat, malah justru lebih menjelaskan detail dari peraturan dan sallary RS. Dari semua yang dijelaskan aku merasa tidak ada yang bermasalah, aku setuju dengan semua peraturan yang ada, tapi lagi-lagi aku tidak mau berharap banyak. Dan sampai pada akhirnya sore hari aku ditelpon lagi dan dinyatakan bisa langsung kerja. Yeeee Aku lulus. Alhamdulillah ya Allah, sujud syukurku. Disini aku jadi mulai sadar bahwa memang ketentuan Allah itu sudah pasti, apabila Allah sudah bilang Kun maka Fayakun. Jadi intinya kita tidak boleh mnyerah dan terus berusaha karena Allah itu baik. Dia tau kapan akan memberikan sesuatu  disaat yang tepat menurutNya. 
Semoga bermanfaat. 

Komentar